Menelusuri Objek Wisata Tamansari
Menelusuri Objek Wisata Tamansari

Menelusuri Objek Wisata Tamansari

Tamansari, Plaza Ngasem, Masjid Bawah Tanah, Kolam Pemandian,

banner
Taman Sari adalah salah satu objek wisata murah meriah yang terletak di dekat pusat kota Jogja. Jaraknya hanya sekitar 1 km dari Kraton dan Titik Nol Kilometer dan Malioboro. Bagi annda yang bingung hendak jalan-jalan ke mana di Jogja, bisa menyambangi tempat ini. Taman Sari juga menyimpan sejarah panjang tentang peninggalan kerajaan Kesultanan Yogyakarta.

Jika anda menggunakan taksi, atau becak, atau motor, disarankan anda masuk dari pintu Plaza Ngasem (eks pasar hewan Ngasem). Dari sini anda bisa mulai perjalanan ke komplek Taman Sari. Sebelum memulai perjalanan, ada baiknya mempersiapkan air minum atau cemilan yang banyak disajikan pedagang di dekat parkiran. Tempat pertama yang akan kita lalui adalah plaza Ngasem. Dulunya tempat ini adalah pasar hewan Ngasem yang sekarang sudah direlokasi ke Pusat Satwa dan Tanaman Yogyakarta (PASTY) di dekat Dongkelan, Bantul.

Plaza Ngasem saat ini sering digunakan untuk berbagai acara, baik musik, pertunjukan seni, pameran kebudayaan, dan banyak lagi. Jika tidak sedang dignakan Plaza Ngasem ini lumayan bagus untuk dijadikan objek photo/selfie. Beranjak dari Plaza Ngasem, kita berjalan menuju reruntuhan pesanggrahan/ reruntuhan Gedong Kenongo. Gedong Kenongo dulunya merupakan bangunan yang didirikan di atas pulau buatan, Pulo Kenongo. Gedong ini dulu fungsinya tempat beristirahat para tamu Sultan untuk menikmati panorama danau buatan.

Ya, di Taman Sari dulu ada danau buatan yang disebut Segaran. Danau ini meliputi wilayah di sekeliling Gedong Kenanga. Ketika kita memasuki kompleks reruntuhan Gedong Kenanga, bisa kita bayangkan dahulu sekeliling Gedong adalah danau buatan, persis di tempat saat ini berdiri rumah-rumah penduduk. Jika di sekeliling Gedong Kenanga ini adalah segaran/danau buatan lalu bagaimana cara mencapai pemandian Taman Sari? Jawabannya adalah terowongan bawah tanah. Terowongan bawah tanah ini akan kita lalui ketika turun dari reruntuhan Gedong Kenanga.

Terowongan bawah tanah yang kita lalui ini berjarak sekitar 100 meter kurang lebih. Lorong terowongan berbentuk segi lima, dilengkapi dengan menara ventilasi berjumlah lima buah. Di sisi sebelah timur didnding terowongan terdapat beberapa pintu kecil menuju ruangan yang cukup besar. Sampai di ujung terowongan terdapat tangga untuk naik ke permukaan. Dari pintu keluar terowongan ini kita tinggal melangkah beberapa meter ke kompleks utama Taman Sari.

Memasuki kompleks utama Tamansari, kita akan mendapati pintu masuk retribusi. Terakhir masuk pada tahun 2017 sebesar lima ribu rupiah, membawa kamera dikenai tambahan dua ribu. Memasuki kompleks, kita akan melewati gerbang pertama yang dikenal dengan Gapura Panggung. Di Gapuro Panggung ini terdapat du buah patung naga, di bagian ini pula pemeriksaan tiket dilakukan.  Melewati Gapuro Panggung, kita akan menemui halaman di antara Gapuro Panggung dan gerbang sejalnjutnya.

Di halaman ini pula kita akan menemui beberapa bangunan/ruang-ruang yang dinamakan Gedhong Sekawan. Setelah melalui bangunan dan halaman ini, kita akan menuju pintu gerbang pemandian, yang dinamakan Umbul Pasiraman/Umbul Binangun. Memasuki area pemandian terdapat dua kolam pemandian besar, dan satu pemandian kecil. di sebelah utara-selatan kolam pemandian, terdapat bangunan yang digunakan sebagai ruang ganti istri-istri Sultan.

Dua pemandian besar dikhususkan untuk selir-selir Sultan. Semuanya kumpul di dua pemandian besar ini. Sementara itu, Sultan mengamati dari menara yang ada di bagian selatan pemandian. Setelah mengamati, Sultan biasanya akan memilih selir yang akan diajak untuk mandi di pemandian yang lebih kecil di sebelah selatan. Pemandian ini adalah pemandian yang lebih privat dan hanya boleh dimasuki Sultan, permaisurinya dan selir-selir yang telah dipilih.

Lepas dari area pemandian utama kita keluar menuju area selanjutnya, melewati gerbang sebelah barat. Keluar dari gerbang kita akan mendapati semacam tanah datar berbentuk persegi delapan (walaupun bentuknya tidak terlalu jelas karena sudah banyaknya pemukiman penduduk). Sebelum mengeskplor area terbuka ini, ada baiknya kita melipir ke arah kiri, melewati gang kecil yang di kanan kirinya terdapat rumah. Setelah berjalan beberapa meter kita dapat menemui beberapa bangunan yang beberapa masih utuh beberapa tinggal puing. Bangunan-bangunan inilah yang dahulu merupakan sebagian bangunan utama di komplek Tamansari. Terdapat beberapa petilasan, ruang bilas, dan macam macam lainnya.

Selesai mengeksplore bangunan-bangunan di atas kita kembali lagi ke ruangan terbuka berbentuk segi delapan tadi. Di ruang terbuka ini konon dulunya memiliki menara yang menjulang tinggi, untuk mengawasi kotaraja. Sekarang memang sudah tidak terdapat sisa-sisanya. Di ruangan terbuka ini pula kita akan menemui pintu gerbang yang paling besar. Namanya Gedong Gapura Hageng. Mungkin kita bertanya-tanya, kok gapura yang paling besar letaknya ada di belakang? Jawabannya adalah, karena sebenarnya cara masuk Tamansari yang sekarang adalah terbalik. Dahulu pintu masuk utama raja-raja dan tamunya adalah dari arah barat ke timur.

Di sebelah barat Gapuro Hageng ini pula dulunya terdapat kebon yang luas. Namun saat ini sudah ditutup dan dipenuhi dengan rumah-rumah pendudu baak lokal. Dengan berada di hadapan Gapuro Hageng, artinya kita sudah hampir sampai pada akhir perjalanan. Tinggal mencari pintu keluar saja, letaknya ada di ujung pojok de samping Gapuro Hageng. Pintu keluar ini kecil saja seperti puntu biasa, hanya rangka pintu saja. Keluar lewat pintu ini kita akan berjalan di sebuah gang, di kanan kirinya banyak menjual pernak pernik seperti batik, kaos, dan banyak lainnya.

Di ujung gang, kita akan menemui sebuah kampung unik. Kampung ini dipenuhi dengan lukisan dinding/mural beraneka warna dan gambar, kampung ini dinamakan kampung Cyber. Kampung Cyber adalah konsep yang dikembangkan masyarakat sekitar bahwa warga kampung harus melek teknologi, harus bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman. Kampung Cyber ini lumayan terkenal di penjuru dunia, Mark Zuck empunya Facebook bahkan menyempatkan sowan ke kampung ini.

Selepas Kampng Cyber, kita akan menemui sebuah bangunan yang terletak beberapa meter di bawah tanah/underground. Bentuk bangunannya melingkar, terdiri dari dua lantai, lantai pertama terletak di bawah tanah. Pintu masuk menuju bangunan ini agak ke atas sedikit, bentuknya seperti pintu masuk terowongan yang tadi kita lewati sebelumnya. Setelah masuk kita akan mendapati bagiang tengah gedung ini terbuka tidak memiliki atap. Di tengah tengah bangunan ini terdapat sebuah tangga yang menghubungkan antar lantai. Tangga ini merupakan spot favourit untuk berfoto-foto.

Bangunan melingkar ini dinamakan Sumur Gemuling. Di dalam bangunan ini konon terdapat sumur yang mengeluarkan air di bagian bawah tangga. Bangunan ini dulu juga pernah difungsikan sebagai masjid. Di dinding bangunan bila kita terliti terdapat bagian yang menjorok ke dalam yang kemungkinan merupakan tempat iamam sholat. Setelah berputar-putar di bangunan ini, kita bisa melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya.

Keluar dari Sumur Gemuling/masjid bawah tanah kita akan menemui reruntuhan Gedong Kenong yang di awal perjalanan telah kita lalui. Hal ini menandakan kita sudah sampai pada akhir perjalanan. Tinggal berjalan beberapa meter lagi melewati Plaza Ngasem dan sampailah di parkiran motor. Bagi anda yang menggunakan kendaraan umum bisa menunggi taksi atau becak di sini.

Begitulah sekelumit perjalanan menelusuri Tamansari selama kurang lebih 45 menit. Dai kesempatan lain akan dibeberkan perjalanan-perjalanan seru wisata jogja di objek-objek wisata lainnya.
Advertisement banner

Baca juga:

banner

Your Reactions: